You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 27 Oktober 2016

Umrah itu wajib atau sunnah

“Umrah itu hukumnya wajib atau sunnah”. Pernyataan ini kadang menggelitik dan mungkin muncul ditujukan kepada para Penyuluh Agama Islam yang sedang  melaksanakan tugasnya di lapangan.
Tulisan ini disarikan dari kitab Said ibnu Abdil Qadir Basyanfar dengan judul asli Al Mughni fi Fiqh al Haj wa al Umroh dan sudah diterjemahkan oleh KH Yusuf Muhammad, SQ, Cetakan September 2003 dengan Penerbit Media Cendekia Bandung.
Pendapat pertama, Umroh itu wajib bagi orang yang berkewajiban haji. Pendapat ini banyak diriwayatkan seperti dari; Umar, Ibnu Abbas, Zaid Ibnu Tsabit, Ibnu Umar, Aisyah, Said Ibn al Musayyab, Said Ibnu Jubair, Athak, Thawus, Mujahid, Hasan, Ibnu Sirin, dan dari Asy Syu’bi.  Pendapat ini juga dikembangkan oleh Imam al Tsauri, bahkan al Bukhari membuat bab tersendiri dalam kitab Shahihnya yaitu “Bab Kewajiban Umrah dan Keutamaannya”.
Selengkapnya...

Read more...

Umrah itu wajib atau sunnah



“Umrah itu hukumnya wajib atau sunnah”. Pernyataan ini kadang menggelitik dan mungkin muncul ditujukan kepada para Penyuluh Agama Islam yang sedang  melaksanakan tugasnya di lapangan.
Tulisan ini disarikan dari kitab Said ibnu Abdil Qadir Basyanfar dengan judul asli Al Mughni fi Fiqh al Haj wa al Umroh dan sudah diterjemahkan oleh KH Yusuf Muhammad, SQ, Cetakan September 2003 dengan Penerbit Media Cendekia Bandung.
Pendapat pertama, Umroh itu wajib bagi orang yang berkewajiban haji. Pendapat ini banyak diriwayatkan seperti dari; Umar, Ibnu Abbas, Zaid Ibnu Tsabit, Ibnu Umar, Aisyah, Said Ibn al Musayyab, Said Ibnu Jubair, Athak, Thawus, Mujahid, Hasan, Ibnu Sirin, dan dari Asy Syu’bi.  Pendapat ini juga dikembangkan oleh Imam al Tsauri, bahkan al Bukhari membuat bab tersendiri dalam kitab Shahihnya yaitu “Bab Kewajiban Umrah dan Keutamaannya”.
Kelompok pertama ini mengambil dalil-dalil sebagai berikut:
1.    QS. Al Baqarah: 196.
 “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah Karena Allah”.

Perintah dalam ayat tersebut berkonotasi besar.
2.    Hadis Aisyah RA., ia berkata: Aku pernah bertanya: “Rasulullah, apakah wanita berkewajiban berjihad?” Beliau menjawab: “Ya, jihad yang tanpa berperang, yakni haji dan umrah”.
3.    Bersumber dari Ibnu Razin, ia pernah datang menemui Nabi saw, dan bertanya: ”Rasulullah, ayahku sudah tua sekali. Ia tidak kuat menunaikan ibadah haji, umrah, dan juga berjalan”. Beliau bersabda: “ Berhaji dan berumrahlah atas nama ayahmu”, Riwayat Imam Abu Daud, An Nasa’i dan At Tirmidzi yang menilai ini hadis hasan dan shahih.
4.    Bersumber dari az-Zhabi ibnu Ma’bad, ia berkata: Aku pernah menemui Umar dan berkata: “Amirul Mukminin, ketika Islam aku mendapati haji dan umrah sudah diwajibkan kepadaku, lalu aku merasa gembira karenanya”, Umar berkata: “itu artinya kamu mengikuti petunjuk sunnah Nabimu SAW.” (HR Abu Daud dan Nasa’i.
Pendapat kedua, Umrah itu hukumnya tidak wajib. Pendapat ini dikutip dari Ibnu Mas’ud. Pendapat inilah yang dibuat dasar oleh Imam Malik, Abu Hanafiah, Abu Tsur, dan Syafii dalam pendapat lamanya. Ibnu Taimiyah, as-Shan’ani dan asy-Syaukani juga memilih pendapat ini.
Pendapat kedua berpedoman pada beberapa dalil berikut:
1.    Hadis yang dibawa oleh Jabir Ibnu Abdillah, bahwa Nabi saw., pernah ditanya, “Apakah umrah itu wajib?”, beliau menjawab: “Tidak, tetapi jika kalian ingin umrah maka itu lebih utama”. HR. At Tirmidzi  yang menilainya sebagai hadis hasan sekaligus shahih. Ia juga diketengahkan oleh Imam Ahmad, Al Baihaki, dan Ibnu Abu Syaibah.
2.    Hadis yang dibawa oleh Thalhah Ibnu Ubaidillah, yang bernah mendengar sabda Rasululah saw.: Haji adalah jihad, dan umrah adalah sunnah”, (HR. Ibnu Majah).
Para ulama yang tidak sependapat menanggapi kedua hadis tersebut. Menurut mereka, hadis Jabir dlaif, karena di dalamnya terdapat nama al Hujjaj ibnu Arthat seorang perawi yang tidak kapabel. An Nawawi dalam kitabnya : “al Majmuk” VII/6 menegaskan “Pernyataan At Tirmidzi bahwa hadis itu hasan sekaligus shahih tidak bisa diterima, Jangan terkecoh oleh pernytaan tersebut. Para ulama ahli hadis senior sepakat bahwa itu hadis dlaif.  Mengenai hadis Thalhah, isnadnya dlaif. Bahkan menurut al Hafidz Ibnu Hajar, disamping isnadnya dlaif tidak ada didalamnya unsure keshahihannya sedikitpun. Di dalamnya terdapat nama Ibnu Jahm al Malik. Ia justru pernah mengetengahkan riwayat sebailknya dari Jabir ra. Dengan isnad yang bagus “setiap muslim wajib umrah”. Wallaahu a’lam.
Hamid Dwiono
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta

Selengkapnya...

Read more...

Insan Kamil

Impian setiap manusia selalu ingin berlomba-lomba untuk menjadi insan sejati, manusia sempurna atau dalam terminologi Islam disebut insan kamil. Tentu tidak ada larangan untuk bermimpi seperti itu, pada hakikatnya Tuhan pun menyuruh hamba-Nya untuk menjadi manusia sempurna. Masalahnya  adalah bagaimana upaya kita untuk menjadi insan kamil. Apakah hal itu merupakan harapan yang kosong?  Kita harus berani tegas menjawab ‘tidak’.

Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 25 Oktober 2016

Menjaga Amanah

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh “ (QS. Al Ahzab : 72)
 Amanah ditinjau dari segi bahasa, berasal dari kata amina-amanatan  yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Amanah ditinjau dari istilah  berarti  sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai pada yang berhak memilikinya (Ahmad Musthafa Al-Maraghi). Sedangkan menurut Ibn Al-Araby, amanah adalah segala sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya atau sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya untuk diambil manfaatnya. Dengan kata lain, amanah adalah  menyampaikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa harga maupun jasa.
Selengkapnya...

Read more...

Senin, 24 Oktober 2016

Ikhlas dan perusaknya


Satu kata yang misteri, mudah diucapkan tetapi sulitnya luar biasa untuk diterapkan, yaitu ikhlas. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir dipastikan bahwa  semua orang akan selalu berhadapan dengan kata ikhlas. Apalagi, di kalangan Penyuluh Agama Islam,  ketika  melakukan bimbingan dan penyuluhan, biasanya tidak pernah ketinggalan dengan kata ikhlas ini.

Ikhlas merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan suatu amalan ibadah diterima Allah Ta'ala. Ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah dengan mengharap pahala dari-Nya semata. Jadi dalam beramal kita hanya mengharap balasan dari Allah, tidak dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain.

Selengkapnya...

Read more...

Adzan Ditinjau dari Segi Ekonomi Islam

Setiap agama memiliki cara tersendiri untuk menyeru umatnya melakukan peribadatan. Ada yang menggunakan lonceng seperti agama Kristen, meniup terompet seperti agama Yahudi, atau menyalakan api seperti penganut Zoroaster. Di sisi lain, Islam menyeru umatnya dengan panggilan azan.
Secara bahasa, azan berarti ‘pemberitahuan atau seruan (al-i’lam wa an-nida). Selama ini azan hanya dipahami sebatas seruan pertanda masuknya waktu salat, khususnya salat wajib lima kali sehari semalam. Seruan salat memang dilantunkan pada bagian keempat kalimat azan, hayya ‘ala as-salat (Marilah salat!).

Selengkapnya...

Read more...

Minggu, 21 September 2014

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Dzulhijjah termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Bulan-bulan haram (bulan yang dimuliakan), all: Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Artinya bahwa di bulan-bulan haram itu Allah menjanjikan pahala melimpah bagi orang yang beribadah atau melakukan amal shalih (kebaikan), dan sebaliknya melipatgandakan dosa bagi yang melanggar tuntutan. Firman Allah SWT:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa". (QS. At Taubah: 36)
Selengkapnya...

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP